Penerapan Fungsi Manajemen (POAC) dalam Hattrick

Penerapan Fungsi Manajemen (POAC) dalam Hattrick

Written by F_Totto

Setiap manajer pasti menginginkan kesuksesan bagi klub yang dipegangnya. Kesuksesan tersebut tidak mungkin dicapai tanpa perencanaan yang matang, eksekusi yang tepat, dan evaluasi yang menyeluruh.

Seorang manajer merupakan orang yang melaksanakan fungsi manajemen. Fungsi Manajemen adalah pencapaian tujuan dengan cara yang paling efektif. Di dunia manajemen, dikenal fungsi manajemen yang diciptakan oleh George R. Terry, yaitu Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling, disingkat POAC. Seorang manajer yang sukses, tak lepas dari strategi menjalankan fungsi manajemen secara baik. Sebagai seorang manajer di Hattrick, alangkah baiknya bila kita menerapkan pula fungsi manajemen yang dikonversikan sesuai dengan bagaimana dunia Hattrick bekerja.

(Artikel ini dikhususkan kepada para manajer baru, dan umumnya untuk manajer yang ingin sama-sama belajar mengelola klub).

Selamat datang kepada para manajer baru. Setelah menyelesaikan lisensi manajer, alangkah baiknya bila kita membiasakan diri terlebih dulu untuk mengenal panel-panel instrumen yang ada pada tampilan klub kita. Setelah terbiasa, tentu kendala yang dihadapi akan teratasi sedikit demi sedikit.

Setiap manajer pasti menginginkan kesuksesan bagi klub yang dipegangnya. Kesuksesan tersebut tidak mungkin dicapai tanpa perencanaan yang matang, eksekusi yang tepat, dan evaluasi yang menyeluruh. Dalam pengertian sempit, manajer yang sukses adalah mereka yang berhasil membawa klubnya ke jenjang divisi tertinggi (Ligina bila di Indonesia) dan selama apa dia mampu bertahan di sana, bahkan mampu menjuarai Hattrick Master. Dalam pengertian yang lebih luas, ukuran kesuksesan seorang manajer di dunia Hattrick sudah pasti lebih dari itu. Misal: dia sukses menjadi pelatih Tim Nasional Senior ataupun U-20, sukses mengumpulkan uang dari jual-beli pemain, serta kesuksesan-kesuksesan lainnya.

Seorang manajer merupakan orang yang melaksanakan fungsi manajemen. Fungsi Manajemen adalah pencapaian tujuan dengan cara yang paling efektif. Di dunia manajemen, dikenal fungsi manajemen yang diciptakan oleh George R. Terry, yaitu Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling, disingkat POAC. Seorang manajer yang sukses, tak lepas dari strategi menjalankan fungsi manajemen secara baik. Sebagai seorang manajer di Hattrick, alangkah baiknya bila kita menerapkan pula fungsi manajemen yang dikonversikan sesuai dengan bagaimana dunia Hattrick bekerja. Di sini, saya akan menjabarkan fungsi manajemen POAC bila diterapkan di dunia Hattrick.

1. Planning
Planning atau Perencanaan adalah proses merencanakan tujuan yang hendak dicapai dan bagaimana cara mencapainya. Dalam perencanaan, ada 5 faktor yang harus dipertimbangkan, dikenal dengan singkatan SMART, yaitu:
– Specific (Spesifik) artinya perencanaan harus jelas maksud maupun ruang lingkupnya. Tidak terlalu melebar dan terlalu idealis.
– Measurable (Dapat Diukur) artinya program kerja atau rencana harus dapat diukur tingkat keberhasilannya.
– Achievable (Dapat Dicapai) artinya bukan angan-angan tetapi memungkinkan untuk dicapai.
– Realistic (Realistis) artinya sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang ada. Tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit. Tapi tetap ada tantangan.
– Time (Berbatas Waktu) artinya ada batas waktu yang jelas. Harian, mingguan, bulanan, triwulan, semesteran atau tahunan. Sehingga mudah dinilai dan dievaluasi.

Di dunia Hattrick, dalam mengelola klub, apa saja yang harus direncanakan? Saya membaginya menjadi:
a. Manajemen Waktu. Yaitu berapa lama waktu yang kita mampu alokasikan untuk mengelola klub kita.
1) Minimal. Mengalokasikan waktu satu hari dalam seminggu, yaitu hari Sabtu tepat sebelum kick-off pertandingan liga.
2) Optimal. Mengalokasikan waktu dua hari dalam seminggu, yaitu hari Sabtu dan Rabu.
3) Maksimal. Mengalokasikan waktu tujuh hari dalam seminggu.
b. Membagi kelompok umur pemain. Di klub, ada sejumlah pemain dengan rentang umur 17-40 tahun, (bila memiliki Youth Academy, umur termuda adalah 15). Semakin muda umur seorang pemain, maka semakin cepat tingkat kecepatan latihan (training) dan tingkat pemulihan cederanya (bila cedera).
1) 17-18.
2) 19-21.
3) 22-28.
4) 29-40.
Dengan membagi pemain ke dalam kelompok umur, maka kita bisa merencanakan kesinambungan regenerasi pemain.
c. Pelatihan (Training). Melatih pemain memiliki dua tujuan utama, yaitu:
1) Untuk dijual kembali.
2) Untuk memperkuat tim.
d. Pelatih. Pelatih merupakan komponen penting dalam proses pelatihan. Semakin tinggi kemampuannya, semakin cepat pemain berkembang. Saya menyarankan untuk segera mengganti pelatih dengan kemampuan minimal passable. Tingkat kepemimpinan/leadership dengan tingkat poor saja karena murah.
e. Arena. Dengan kapasitas awal sebesar 12.ooo tempat duduk, janganlah terburu-buru untuk segera menambahnya. Pelajari dulu jumlah penonton yang datang dari pertandingan ke pertandingan. Ada rumus yang berlaku, yaitu Besar Arena = Jumlah Fans x 30. Jangan lupa untuk mengetahui proporsi tiap tempat duduk (stands).

2. Organizing
Organizing atau Pengaturan adalah suatu kegiatan pengaturan pada sumber daya yang dimiliki klub untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan serta menggapai tujuan klub. Organizing dalam Hattrick saya bagi menjadi:
a. Penempatan Staf (Staffing). Staf merupakan bawahan kita untuk membantu kita mengeolola klub dengan tugas yang bermacam-macam bergantung dari posisinya. Ada 5 tipe staf di Hattrick, yaitu Asisten Pelatih, Spokesperson, Psikologis, Fisioterapis, dan Dokter. Ada beberapa tipe/pendekatan yang saya miliki, yaitu:
– Tipe A (Pendekatan Training). Pendekatan ini hanya mengisi staf dengan 10 Asisten Pelatih. Tujuannya adalah memberikan efek maksimal dalam proses latihan. Keuntungan lain adalah biaya yang dikeluarkan hanya untuk 10 orang staf saja: Rp 180.000.000.
– Tipe B (Pendekatan Lain). Pendekatan ini mengisi staf dengan 20 orang staf. 10 orang sebagai Asisten Pelatih, 10 orang sebagai staf lain. Misal, jika kita memiliki Pendekatan Pemulihan Pemain, maka 10 orang sebagai Dokter. Biaya yang dikeluarkan menjadi dua kali lipat, yaitu: Rp 360.000.000.
– Tipe C (Optimalisasi). Pendekatan ini mengisi staf dengan 30 orang staf, jumlah maksimal yang diperkenankan oleh Hattrick. Proporsinya bermacam-macam, namun untuk Asisten Pelatih tetap 10 orang.
b. Pengelolaan Keuangan (Budgetting). Finansial merupakan komponen yang menjadi nyawa sebuah klub. Seorang manajer yang mampu mengelola finansial klubnya, artinya dia mampu mempertahankan kelangsungan hidup klubnya dari waktu ke waktu. Menabung merupakan kebijakan yang baik, namun jangan menjadi seorang manajer yang kikir. Sebuah hal yang baik bila kita mampu mempertahankan tren positif (lebih besar pendapatan dari pada pengeluaran klub), namun jangan ragu bila kita harus mempergunakan tabungan yang ada untuk membeli pemain yang memang sangat dibutuhkan klub, membayar gaji para pemain dari minggu ke minggu, dan hal lain sebagainya. Saya menilai sisi finansial di klub per 2 minggu, setelah pertandingan Kandang lalu Tandang di Liga. Hal ini bisa dijadikan patokan untuk melihat kesehatan keuangan klub.
c. Pengaturan Formasi. Pertandingan merupakan sisi yang paling menarik di Hattrick. Mulai dari melihat calon lawan, menebak strategi yang akan dipakai, menilai kekuatan dan kelemahan lawan, mengukur kemampuan dan kekurangan tim kita, sampai hal-hal kecil lainnya yang berhubungan dengan itu. Untuk mengatur formasi serta taktik yang dipakai oleh kita, seorang manajer harus memiliki pendalaman terlebih dulu dengan pemainnya. Setelah kita mengenal pemain yang dimiliki, maka kita mengetahui di mana letak kekurangan kita. Apakah masih ada waktu sebelum pertandingan untuk ditambal dengan membeli pemain baru atau menggunakan strategi jitu lainnya. Satu yang perlu diingat: Jangan hanya berpikir bagaimana agar tim kita tidak kebobolan, tetapi pikirkan juga bagaimana cara membobol gawang lawan.
d. Berinteraksi. Mengapa kita perlu berinteraksi? Sepenting apakah kita mengalokasikan waktu untuk berinteraksi? Berinteraksi di Hattrick bukan melakukan interaksi dengan manajer lainnya saja. Interaksi yang saya maksud di sini dapat dilakukan oleh mereka yang memilih diam. Diam dalam arti kata menjadi pengamat di forum, seorang silent reader pada artikel, maupun hal lainnya. Jadi, berinteraksi di Hattrick, menurut saya tidak terbatas harus aktif di Forum (meskipun bila kita aktif, maka pengetahuan/wawasan akan meningkat, lebih dikenal manajer lain, dll). Mencari & membuka link yang berhubungan dengan Hattrick lalu mempelajarinya untuk meningkatkan keahlian kita, saya kategorikan sebagai interaksi juga.

3. Actuating
Actuating atau Pelaksanaan adalah suatu kegiatan yang dijalankan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Setelah kita menyusun rencana dan mengatur segala hal di klub kita, maka hal yang harus dikerjakan selanjutnya adalah melaksanakan apa yang direncanakan. Perencanaan sebaik apapun, tidak akan mewujudkan tujuan kita bila tidak dilaksanakan. Jangan takut untuk memutuskan kebijakan untuk klub kita. Pengalaman adalah guru yang paling berharga, kita mendapat pengalaman dari apa yang kita lakukan. Bahkan pengalaman yang orang lain dapatkan, bisa menjadi pelajaran buat kita. Learning by Doing, betul? Bukan, Learning by Planning.

4. Controlling
Controlling atau Pengawasan adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengevaluasi sudah sejauh mana pencapaian kita dari rencana yang telah disusun. Selain itu pengawasan dilakukan untuk mengevaluasi bila ada hal-hal yang tidak sejalan dengan rencana yang ditetapkan dari awal, sehingga kita bisa dengan segera melakukan perbaikan. Saya membagi fungsi pengawasan ke dalam beberapa termin waktu:
a. Evaluasi per pertandingan. Hal ini dilakukan untuk menilai sejauh mana kekuatan tim kita. Memperdalam pengetahuan tentang bagaimana sebuah pertandingan berlangsung. Merencanakan hal yang harus dilakukan setelahnya.
b. Evaluasi per minggu. Hal ini dilakukan untuk mengevaluasi kinerja klub secara menyeluruh. Dari sisi finansial, pelatihan, dan lain-lain.
c. Evaluasi per musim. Hal ini dilakukan untuk mengevaluasi rencana awal musim, apakah tercapai atau tidak.

Perlu diingat bahwa kesuksesan di Hattrick dicapai dengan cara marathon, bukan sprint. Jangka panjang, bukan jangka pendek bersifat sementara. Ada pameo yang tepat untuk menggambarkannya: Tumbuhlah seperti pohon; tidak tergesa.

Semoga artikel ini berguna bagi kemajuan Hattrick-ers Indonesia. Amin.

About francesco_totto